Selasa, 19 Juni 2012

Kerja dan Kuliah

Hm... Tak terasa sudah hampir tiga bulan nih aku kerja... Banyak pengalaman yang aku dapatkan... Klimaks-klimaks itu mulai melandai. Aku tenang. Berharap ketika terjadi lagi memuncak konflik, aku tetap tenang agar tak terjatuh. Bertahan di jalanku. Berpegang hanya kepada Allah.


Tapi kenapa aku masih selalu sedih dengan takdir mereka? Ya Allah, kapan aku bisa ikhlas sepenuhnya... Takdir bahwa mereka lebih dulu kuliah profesi. Meninggalkan aku di jauh di belakang. Itulah, merasa terbelakang  membuat hatiku sesak. Maka ketika melihat kebahagiaan mereka, kebersamaan mereka, semangat mereka, aku merasa iri. Seakan kalah.


Padahal, tak selamanya kan terbelakang itu kalah? Aku memang sedang melow (kucing dong!) itu meong! Ah, ini lagi sendu juga malah becanda! Back to story. Masih ingat pada kata-kata dalam sebuah drama korea yang menyemangatiku. Uh, bikin hati ini semilir kuat. “Seseorang yang lama mendapatkan mimpinya, akan melihat lebih banyak dari orang yang berjalan cepat dan terburu-buru.” So... Kenapa aku masih galau tak tentu waktu dan arah... hah...

Baiklah, aku akan kuat. Percaya kembali. Kepada Allah. Takdir Allah. Yak! Smangat! Aku seperti tengah dibentuk Allah. Menjadi wanita yang kuat. Atau seperti murid yang diprivat gurunya. Agar semakin pintar dengan pelajaran tambahan, yang berbeda dari kelas di sekolah. Yeah... aku mendapat kebaikan...

Walau akhirnya malu juga, tadi sempat sedih sendu sesak... (sarap??) nggak...! Aku kuat lagi menapaki jalanku. Meluruskan pikiranku. Memanjangkan percayaku kepada Allah. Mempertahankan perkataanku pada mereka yang lain bahwa memang inilah takdirku dan aku harus menerimanya. So stop my bad feel!

Oya, ketika aku mengeluarkan perasaan ini ke orang-orang di sekitarku, tanggapan mereka adalah,

"Iya, makanya cepat daftar supaya tidak terlambat lagi..." kata ibuku

"Aduh, masih acara nyesel-nyeselan dia. Kan juga ntar profesi Neng! Yang penting kan itu..." semprot sahabatku


"Nggak apa-apa Mbak, kan kalau nggak terlambat, nggak kerja disini dan nggak ketemu aku..." ini komen teman kerjaku


"Iya, aku juga pengen cepet profesi..." sahabatku yang lain yang juga terlambat


Hh... sebaiknya menggali lagi hikmah itu agar terkumpul banyak sehingga menguatkan juga mendekatkan aku kepada Allah. Bahwa bekerja itu memang berbeda sekali dengan kuliah. Tak boleh malas-malasan. Karena ketika malas, perkerjaan jadi berantakan. Bahkan perasaan enggan kerja aja udah bikin masalah terjadi. Tak bisa menyepelekan orang lain karena akan mempengaruhi hubunganku dengan yang lain. Harus bertanggung jawab dan nggak bisa main-main lagi kayak kuliah. Semuanya berubah! Karena sudah berhubungan langsung dengan pasien. Jika salah akan membawa nama rumah sakit, berat... But keep spirit! Bekerja dengan terus berpegang kepada Allah.


Lagipula, aku menikmatinya. Pekerjaanku. Senang dengan keadaan disana. Kebersamaan dan canda itu juga menyenangkan. Aku suka... lalu apalagi yang disesalkan... Toh esok aku juga akan profesi, hanya waktunya yang berbeda. Tak masalah kan.


Just triple S, Syukur Sabar Senyum... :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Komentari Tulisanku Sobat...

Entri Populer

Pengikut