Rabu, 19 Desember 2012

Melapangkan Hati dan Pikiran

Sahabat, apakah kini tengah kau rasai runyam yang pekat, buat hatimu sesak dan sangat sakit? Begitu tersiksa dengan bermacam butiran masalah yang menggumpal padat. Sungguh menekan jiwamu dan menyusahkan langkahmu... Apakah benar dalam waktu ini sedang berada di keadaan yang berat dan ah... sampai semua kata pengungkap pun habis untuk mendeskripsikan suasana hati. *agak sedikit lebay amat emang ni...

Tapi, kita sama tahu kalau keadaan ini tak akan berjalan selamanya atau akan berganti dengan suasana yang lebih menyenangkan... Hanya saja, manusia memang sungguh-sangat lemah dengan keadaan ini. Memang tak mau meresapi rasa, namun tetap ada di hati segala kebuntuan dan sesak yang berat itu. Mengaku sajalah Sahabat, ini sudah fitrah manusia... menyadari kelemahan diri.

Dan engkau pasti tahu keadaan ini adalah warning dari Allah untuk kita. Agar merapatkan hati hanya kepadaNya. Menggantungkan seluruh jiwa raga dan semua masalah yang mendera, kepada Allah Sang pemilik dan penguasa segalanya. Jalannya tentu sudah paham ya Sahabat, dengan sabar dan sholat (sesuai firman Allah di surat Al-Baqarah ayat 45). Sholat tahajud. Sedekah dan membaca Al-Quran, dan masih banyak lagi.

Kemudian... ada lagi yang menurutku adalah pelengkap dari rangkaian dzikrullah... Melihat penciptaan Allah... yang indah. Bukankah setiap ciptaan Allah tak ada yang sia-sia (coba baca surat Ali Imran 190-191). Maka secara tak langsung Allah menyuruh kita melihat ciptaan Allah di sekitar kita untuk dimaknai atau dinikmati juga disyukuri... Dikagumi.

Memangnya apa sih...?
Langit
Eh?
Iya... langit di senja yang putih diselipi celah jingga. Coba Sahabat lihat... Pandangi indahnya warna biru yang berpadu dengan putih lalu beradu dengan jingga. Wih... terasa Sahabat. Sangat terasa indahnya ketika hati ini tengah sesak oleh runyam dan penat. Memandang luas yang indah di jauh atas. Subhanallah... Mata ini sedikit tercengang dan menghantarkan indah ke dalam hati dan fikir. Hati ini sejuk sangat. Terasa lapang dan ringan. Pikiran pun terasa lebih rilex.

Beneran bisa jadi terapi sesak hati dan buntu pikiran (especially for me^^) Nggak ada salahnya dicoba lho Sahabat, siapa tahu berefek juga, he... Nggak perlu jauh-jauh ke pantai, kalau emang jauh dari jangkauan atau berjalan-jalan shoping karena sedang tak ada waktu banyak juga uang banyak :p jadi untuk menguatkan hati yang sedikit lagi kolaps dan harus segera direfresh, bisalah keluar, ke alam bebas hanya sekedar untuk mendongak dan pandangi luasnya langit dengan warna putih dan birunya. Insya Allah sedikit lebih luas dan ringan hati ini.

Selain doa Nabi Musa, yang meminta kemudahan dan kelapangan, memandang langit putih di senja juga bisa meluaskan hati... Setuju? Setuju? :)

Sayangnya aku nggak ada foto, semoga lain kali bisa memotret dengan timing dan angel yang tepat sehingga bisa hasilkan foto yang indah!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Komentari Tulisanku Sobat...

Entri Populer

Pengikut