Sabtu, 15 Desember 2012

Ekstraksi Rasa Part II

Ekstraksi itu artinya pemisahan. Dalam hal ini adalah pemisahan sebuah rasa yang tidak saling campur, yang berbeda kelarutannya. Alatnya itu corong pisah. Caranya dengan digojok kuat. Ah, jadi ingat. Dulu pertama kali melihat corong pisah dan memakainya, sungguh aneh. Nggak bener pula. Harusnya pada posisi horisontal dengan memegangi kedua ujung, lalu digojok ke arah dalam. Huh...

Pernah pula waktu responsi atau praktikum ya, agak lupa. Aku melakukan a little foolish. Tutup corong pisah bagian atas itu nggak bisa kebuka. Bener-bener kuat dan sulit banget kebuka. Maka sama laboran, corong pisah itu harus kubawa pulang sampai kebuka. Katanya dulu pernah ada yang mengunci gitu dan dipakai minyak goreng untuk melumasi, akhirnya bisa. Dengan rada panik aku terus mencoba untuk membukanya dan akhirnya aku bawa pulang. Sampai rumah aku isi pakai minya untuk melumasi dan kucoba lagi. Tapi belum bisa. Aku minta tolong Mas sepupuku yang kuat pun nggak mampu membukanya. Waduh... aku makin panik karena kalau tak bisa kebuka aku mesti ganti dan itu akan mahal harganya... Kata masku itu aku harus olesi lebih banyak dan biarkan agak lama dengan posisi terbalik, tutup corong dibawah supaya minyak dapat mengalir ke bawah. Setelah beberapa jam aku coba lagi dan belum berhasil... Aku hampir menyerah dan lelah, udah malem. Si corong aku biarin dengan minyak goreng di dalamnya, agak banyak. Dan esoknya, tara... sekali kucoba langsung bisa kebuka. Alhamdulillah... Seneng 100% deh...

Heh, kita lagi ngomongin apa sih? Duh... nggak konsisten... Tadi kan ngomongin tentang ekstraksi rasa, lanjutan kemarin... Oke, kita kembali pada tema utama. Melakukan pemisahan rasa dengan pelarut yang sesuai masing-masing. Rasa yang kumaksud adalah minyak atsiri, kemarin kita sudah membahasnya. Pelarut yang cocok adalah alkohol, eter atau kloroform. Karena nonpolar, kita pakai yang bener-bener non polar, kloroform. Apa itu? Menulis. Rasa akan terlarut dalam tulisan. Jadi harus sediakan laptop atau pulpen dan kertas untuk melarutkan rasa yang bergejolak. Biarkan saja semua rasa tersalur pada setiap kata. Biarkan berpindah dan mengalir pada kertas atau layar laptop. Biarkan ia memisah dari hati yang terlarut dalam semangat perjuangan meraih mimpi, cita dan cinta.

Gojok dengan keras hingga benar-benar terpisah minyak atsiri dan air yang ada di hati. Hingga pemisahan sempurna kita dapatkan. Terlihat jelas pada garis batas antara minyak atsiri dan air. Yang tak kan lagi bercampur. Mudah bukan melakukan ekstraksi rasa dengan corong pisah... Pertanyaannya, adakah alat itu untuk hati kita? Mungkin alat itu adalah Al-Quran.... yang bisa memisahkan perkara baik dengan tak baik... Yuk baca Al-Quran untuk mengekstraksi rasa... hm... ^ ^

Kalau kemarin itu sepertinya lebih tepat kita sebut sebagai pemurnian rasa dengan menghilangkan rasa berbau khas. Memurnikan kurkumin dari minyak atsiri. Sebenarnya pemurnian tak sesederhana itu, yah sebagai tahap awal untuk pemurnian. Agar dilanjutkan esok dengan kebaikan lainnya.

Ah... selesai deh proses ekstraksi ini... Oya, ini dia corong pisah...


Selamat mencoba mengekstraksi rasa, khusus untuk Sahabatku kaum hawa... :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Komentari Tulisanku Sobat...

Entri Populer

Pengikut