Kamis, 31 Januari 2013

The Full Story

Hari itu, tanggal 26 Januari. Setelah pagi melalui hiruk pikuknya dari nyuci baju (udah pakai mesin cuci padahal), sarapan dan berangkat ke kampus buat general tes PKPA apotek, dengan pikiran yang kacau sangat balau. Tak ingin kuceritakan general tes yang gagal itu, $_$

Awal rencana adalah pergi untuk survei kos aja di Jkt dan balik ke Jogja lagi buat persiapan yang lebih matang. Tetapi ibu bapak suruh langsung saja. Setelah melihat keadaan, aku pulang dari kampus jam setengah 11, aku angkat tangan buat persiapan langsung. Aku ingin santai lah pikirannya... Nggak mau kemrungsung... Karena berangkat bisnya jam 2, mepet bianget tho...

Yah, finally ibu dan bapak ngerti dan ikhlas menerima. Huhu... aku nggak mau terpaksa persiapan langsung, padahal masih buanyak yang kurang perlengkapan pribadi. Karena ini malam sebelumnya sampai marah-marah ibuku. Aku juga langsung stres ha... mau melemah pula. Menetes mungkin bisa.

Jumat, 25 Januari 2013

Nuansa Pagi



Keindahan sore sudah kita bicarakan dan kita nikmati juga kan… Nah, pagi ini aku merasakan keindahan yang sama… Kisah dimulai dari jam 6 pagi yang kelaperan akut. Segera keluar untuk beli kue. Di deket rumah aku udah tebar senyum ke dua ibu-ibu, sedikit cerah ni wajah. :)
Lalu jalan dan melihat ke langit di arah timur cerah dengan warna biru terlukis jingga segaris. Melihat lagi ke depan, ada seorang bapak yang menaik-naikan anak kecil dengan tangannya dan mereka berdua tertawa. Wajah ini pun serasa terkena pancaran keceriaan mereka, ah… Di perempatan mau belok kiri dan sampai di tempat warung jajanan pasar, eh nggak buka, langsung belok kanan dan ke tempat yang satunya. Oke… menikmati perjalanan yang sepi dan semriwing. Di jalan raya pun sama, memang masih pagi belum ramai kendaraan.
Sampai di tempat, segera menemukan kue yang kumau dan membayar. Ibu penjual agak komen kreseknya, nggak bolong di satu pegangan dan melubangi sendiri. Cukup jadi perbincangan kecil antara kami yang agak lucu, menyisipkan senyumku. Menghembuskan sedikit rasa mint ke hatiku, entah bagaimana… Sebelum meninggalkan tempat itu, ada bapak yang naik sepeda kesitu, agak tau bapak itu yang mana, sering melihatnya di dekat kampus. Yang jadi perhatian adalah sepedanya, jadi berasa pengen. Seharusnya aku juga naik sepeda agar bisa merasakan lebih lama angin pagi. Sekalian olahraga. Tapi tak punya sepeda… oke deh.
Perjalanan pulang rasa hati pun makin luas dengan menghirup udara pagi dengan leluasa segarnya. Mengamati sekeliling di jalan yang kulalui. Langit di ujung penglihatan, ada warna kehijauan dan orange. Burung-burung gereja terbang bersamaan dari tanah sisi kanan jalan menyebrang diagonal di depanku ke pohon di sisi kiriku. Melihat kesibukan orang-orang yang ada di sisi jalan. Seorang ibu yang jalan kaki mengantarkan segelas susu atau entah berwarna putih kecoklatan dan entah kepada siapa. Sampai lagi di rumah. Aku meresapi, indah juga nuansa pagiku hari ini yang berhias senyum di wajahku, hm… Mungkin karena tengah ada sedikit sesak sehingga kelapangan sedikit saja di hati ini, sangat terasa… Indah kan hiburan Allah… :)

Selasa, 22 Januari 2013

Sitostatika

Hu....uh... sedihnya... mata kuliah Sitostatika ku belum dapat A walau sudah di ulang, apakah nilai B sudah menunjukan bagaimana pemahaman dan hafalanku tentang obat-obat sitostatika? Sedangkan teman-teman pada berubah menjadi A. Atau nilai bukanlah akhir dari mata kuliah ini dan aku harus belajar lebih banyak lagi tentang Sitostatika? Mungkin begitu, dukung aku Sahabat... Padahal pingin meyakinkan diri aku pantas PKPA di tempat itu dengan bagusnya nilai Sitostatika ku, tapi mungkin itu malah membuatku enggan belajar banyak, jadi benarlah aku harus mempelajari lebih banyak dan memperdalam ilmu sitostatika.

Jangan sampai alergi atau takut ya Sahabat dengan bahasan sitostatika alias obat-obat kanker atau kemoterapi. Sebagai pengetahuan saja... Pengingatku lebih khususnya, karena tadi ujian aku masih juga kurang ingat tentang obat kemoterapi, huft...

Sebelum kemoterapi dimulai entah siklus ke berapa aja dari regimen kemoterapi, orang tersebut harus memenuhi syarat :

1.Jumlah leukolit  > 3000 / ml
2.Jumlah trombosit > 120000 / μl
3.Cadangan sunsum tulang ( Hb > 10 )
4.Test faal ginjal Cr Cl diatas 60 ml/menit (24 jam)
5.Test faal hepar SGOT, SGPT batas normal, Bilirubin < 2 mg / dl
7.Elektrolit dalam batas normal
8.Sebaiknya tidak diberikan pada pasien > 70 tahun

Kemudian siap diberikan regimen kemoterapi. Sebelum mendapat obat sitostatika, harus dikondisikan dahulu dengan infus atau obat suportif, berbeda-beda tergantung regimen dan pasien.  Obat yang jelas diberikan sebelum sitostatika itu adalah antimual ondansetron dan deksametason (penguat antimual). Baru kemudian diberikan obat sitostatika. Contohnya...

Selasa, 15 Januari 2013

Ketulusan dan Empati untuk Mereka

Salam Sahabat... Mau menuliskan tentang hal yang menjadi masa depanku, dengan hati (wih, udah kayak lagunya Lyla aja...) Oke, mari aku mulai. Tadi aku mendengarkan perbincangan bapak-bapak tentang pekerjaannya. Ada seorang bercerita pernah menawarkan mesin penjawab telepon pada sebuah RS Swasta di Jogja. Jawaban yang didapat adalah, "Terima kasih, tapi maaf Pak, ini kan rumah sakit yang menerima orang sakit. Seseorang yang sakit itu akan lebih terasa dihargai dan lebih ringan ketika yang menjawab telepon atau menerima dia di rumah sakit adalah manusia yang ramah." Kira-kira begitulah kalimatnya, lalu bapak itu langsung menyadari dan membenarkan. Orang yang sakit itu hanya perlu diperhatikan dan disayangi, dihargai untuk bisa menyemangati hati dan fisik yang sakit.

Tentu saja. Keadaan positif dana lingkungan yang sehat juga menyenangkan itu sama pentingnya dengan obat yang digunakan. Atau bahkan obat yang mujarab... Tak heran kan setiap rumah sakit selalu menempelkan slogan-slogan atau moto rumah sakitnya dengan kalimat, hati yang gembira adalah obat. Senyum, sapa, salam yang hangat menumbuhkan perasaan sehat. Bukan pasien yang membutuhkan kita, melainkan kita yang melayani dan menyenangkan pasien... Semacam itulah. Semuanya agar pasien selalu berjiwa positif yang mempercepat kesembuhannya...

Aku jadi teringat dengan ucapan dosen yang mengatakan, "Coba lihat atau datang ke Bank-Bank atau hotel-hotel besar, ketika masuk kalian akan disambut dengan sapa dan salam yang hangat. Tak ketinggalan senyum ramah. Itu Bank atau hotel lho, yang notabenenya orang-orang yang datang kesana adalah orang sehat atau bahkan senang. Bandingkan dengan Rumah Sakit yang disitu adalah banyak orang sakit, yang seharusnya lebih membutuhkan salam sapa senyum hangat seperti itu. Mereka sedang sakit dan menderita. Namun ketika diberi keramahan dan perhatian yang tulus, insya Allah hati mereka pun lebih bahagia."

Benar... aku sendiri pernah menjadi yang menerima atau memberi senyum untuk pasien rasanya ikut bahagia melihat senyum mereka. Rasa terima kasih dan harapan yang dipancarkan mereka, begitu menyentuh. Membuatku ingin selalu memberikan ketulusan dan perhatian kepada mereka yang sakit. Karena aku juga jika sakit akan lebih senang ketika datang ke Rumah Sakit dan disambut senyum ramah yang tulus oleh petugas disana. Sebaliknya, jika disambut dengan muka biasa atau bahkan muka lelah dan masam, uh... sakitnya makin sakit. Gitu juga kan Sahabat...

Senin, 14 Januari 2013

Penantian di Sore

Seberapa Pantas Kau Kunantikan Akhi,,,???

Akhi..Penantian panjang untuk menunggu akan aku lewati hanya untukmu, meski seribu kebimbangan menghantuiku,
meski ribuan keraguan menjelma atas janjimu.
Aku hanya takut, benarkah kau pantas untuk ku nanti?
Akhi..Ku sembunyikan hati ini untuk memilih menantimu karena ku tahu aku sangat mencintaimu.

Namun bukan berarti cinta ini mampu membutakanku agar aku menerima ketidak pastian.
Aku hanya tak tahu, benarkah kau pantas untuk ku nanti?
Akhi..Senyumku ini akan ku leburkan bersama dakwah bersama pendamping yang mampu menuntunku pada Illahi.
Bagaimana aku sanggup untuk tahu bahwa kau adalah seorang yang tepat untukku, sedangkan kau sendiri pun tak tahu.

Berilah aku jawaban, benarkah kau pantas untuk ku nanti ?
Akhi..Bersamamu ku sadari hati ini ingin menetap, hingga waktu memberiku jawaban bahwa kau adalah pemilik hati ini.
Namun sadarilah, bila aku harus tetap menanti sedangkan kau pun tak tahu sampai kapan aku harus menanti, hati terus mengusik kesadaranku.
Maka pastikanlah jawabanmu,
benarkah kau pantas ku nanti?

Bila kau memang pantas aku nantikan, ijinkan aku memintamu untuk segera meminang ku dalam kesendirian.
Jangan biarkan aku dalam ragu, yakinkanlah hatiku. Bila kau memang pantas aku nantikan, segera palingkan aku dalam kepahitan janji. segeralah datangi kedua orang tuaku, jangan kau terus biarkan aku menanti dengan alasan-alasan yang tak pernah aku mengerti.
Bila kau memang pantas aku nantikan, biarkan cinta yang ada di hatimu tersimpan rapat sebelum kau halalkan aku. Jangan kau impikan aku dengan cintamu.
Copas dari group di fb, mantap bukan... sedang galau kah... tidak, cuma sedang ingin berbagi aja pada Sahabat semua yang lagi galau... Kukira judulnya itu kayak lagunya Sheila on 7, hihi... Sudah ah, makin ngelantur ntar.

Jumat, 11 Januari 2013

Yakin dan Bergantung Kepada Allah

 Kesadaranku yang satu ini, seperti selalu samar untukku. Tapi tidak untuk kemarin, sekarang dan esok. Aku harus benar-benar menyadari hal penting tentang keimanan. Ingin dan cita terwujud adalah karena tiga hal : doa, ikhtiar dan tawakal. Maka kasih sayang Allah akan mengabulkan harapan kita.

Tetapi apa, dulu aku bahkan hanya ada pada ikhtiar. Doa kurasa hanya pelengkap. Menggantungkan sepenuhnya keberhasilan pada usahaku. Sama saja ini tak ada iman! Bahkan bisa syirik, naudzubillah. Kemudian aku memahami arti doa. Bahwa hanya Allah yang bisa mengabulkan setiap permintaan dan mewujudkan keinginan. Tak asal doa, tapi sepenuhnya menggantungkan harapan kepada Allah. Namun, ketika lagi dan lagi ingin juga citaku tak terwujud, aku merasa putus asa. Menyerah dan takut untuk menginginkan sesuatu, bahkan takut berdoa karena dalam doaku seringkali terselip pemaksaan kepada Allah dan berisi keinginan yang belum tentu baik untukku. 

Ternyata dibalik semua itu, ada yang lebih penting, tawakal. Sungguh menyerahkan segala akhir, hasil dan penyelesaian kepada Allah. Entah seperti apa, yakin! Yakini bahwa itulah yang terbaik untukku. Seperti ketika aku ujian labskil, aku sudah belajar walau belum maksimal dan saat ujian aku kesulitan. Hanya berdoa dan yakin Allah akan memudahkan yang kupanjatkan dalam hati. Lalu aku berpasrah dengan hasil yang diberikan Allah. Berusaha ikhlas dan mempersiapkan hati. Akhirnya? Aku mendapatkan hasil yang baik, subhanallah… Jadi keberhasilan itu bukan karena usaha kita, doa dan tawakal lebih kuat. Semua karena kemurahan dan kasih sayang Allah… 

Sekali lagi, harus sadar bahwa usahaku bukanlah penentu keberhasilan. Doa jangan memaksa dan jangan pernah bosan. Akhirnya tawakal kepada Allah dengan lapangkan hati untuk menerima keputusan Allah, entah itu sesuai harapan atau tidak. Karena hanya Allah yang maha mengetahui tentang diri kita, kehidupan kita dan kehidupan sekitar yang terhubungkan oleh ketetapan Allah atas hasil yang kita dapatkan. Allah sungguh maha memperhitungkan, tak meleset atau terlewat sekecil apa pun. Allah telah mengatur segalanya hingga detailnya. Jadi harus ikhlas dan syukuri semua hasil yang diberikan Allah. Insya Allah banyak hikmah yang tersimpan di balik kejadian-kejadian itu, baik yang telah lalu, yang dijalani atau yang akan datang. Kalau kita pandai mengambil hikmah, pasti akan melihat keindahan rencanaNya untuk kita.

Kamis, 03 Januari 2013

Semangat dari Lagu

Sahabat, kalau dengerin lagu, pilihlah lagu yang bikin kita lebih positif... Bukan malah negatif alias galau, makin kelam dunia kita. Duh... sengsara kuadrat ya. Udah kita lagi sedih dan buntu, malah diiring lagu sendu. Makin suram dijamin. Atau mungkin bagi sebagian orang, justru kalau lagi galau, milih lagunya yang melow. Sesuai katanya. Wah, ada yang kurang pada tempatnya nih!

Sendu ditambah sendu, jadi sendu kuadrat! Harusnya sendu dikurangi dengan semangat, bisa jadi keluaran yang lebih menyenangkan... Secara logika begitu kan. Kalaupun tidak sedih atau galau, jangan juga dengerin lagu-lagu melow mendayu-dayu tentang cinta dan patah hati atau ah, yang bikin suasana terhanyut ke sendu. Pilih dong yang lebih berkualitas... Lagu yang bikin semangaat...

Kayak ni lagu

Entri Populer

Pengikut