Minggu, 15 Juli 2012

Menata Hati

I wish that everybody knew
How amazing it feels to love You
I wish that everyone could see
How Your love has set me free
Set me free and made me strong


Maher Zain-I Love You So

Sungguh mengena di hatiku. Bagaimana hatiku yang busuk dan tercerai berai oleh dunia kembali merasakan kelembutanNya. Tersentuh cintaNya. Selama ini, apa saja yang kulakukan... Ramadhan di depan mata, namun hatiku entah kemana. Hati yang bersih dan selalu merinduNya. Hati yang lembut dan tunduk hanya kepada Allah. 
Saatnya menata hati. Menjadi kesatuan yang penuh cinta. Cinta kepada Allah. Kesungguhan ini, benarkah ada di hatiku? Ya Allah, tolong sadarkan aku... Tuntun kembali hatiku di jalanMu... Agar aku bisa kembali pada keimanan dan ketakwaanku. Ya Allah, rangkul aku dengan cintaMu... Tak akan sanggup aku hidup tanpa kasih dan sayangMu. Keselamatan dan kenikmatan yang aku rasakan selama hidup, tak lain adalah karena Maha Pemurah dan PenyayangMu... Ya Allah, bahagiaku adalah kembalinya hati yang lembut merasai segala karunia dan cintaMu padaku... Melemahkan kekerasan atas dunia di hatiku.
Bahkan menuliskan kesadaranku atas salah dan khilahku serta kebaikan Allah padaku pun aku enggan. Benar, akhir-akhir ini aku sunggu pemalas. Menjadi wanita yang kaku. Ah, tak sanggup mengakui segala keburukan hati dan diri. Sungguh memalukan.
Saatnya menata hati. Hati yang bening dan terbebas dari segala penyakit hati. Agar siap menyambut Ramadhan nan mulia. Benar-benar memandu diri untuk mengisi Ramadhan dengan berbagai amal kebaikan. Menguatkan iman dan takwaku. Sungguh beruntung mereka yang memiliki hati seperti itu. Rezeki yang paling berharga. Kenikmatan tiada tara. Karena hati adalah pusat segala tindak laku.
Aku disadarkan kembali... Tentang hatiku. Tentang cintaku. Tentang mimpiku... betapa hati ini merasa lelah mengejar mimpiku. Meninggalkannya di tumpukan ragu dan putus asa. Terdiam saja dengan segala kesunyian. Hatiku seolah ditepuk agar menengok dan melihat bagaimana nelangsanya mimpiku. Mengetahui seberapa jauh langkahku darinya. Aku, kembali diingatkan untuk selalu menggenggam erat mimpiku.
Hati, akan bersemangat lagi ketika mimpiku kuperjuangkan lagi. Hatiku terbangun. Ia berteriak dan menjadi kuat. Ia hidup dengan adanya mimpi. Hh... Banyak yang terjadi di hati, namun aku harus selalu membersihkannya. Menjaganya dari penyakit hati.
Saatnya menata hati....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Komentari Tulisanku Sobat...


Entri Populer

Pengikut