Sabtu, 23 Juni 2012

Senyumku, Senyumnya, Senyummu...


Senyum…^^ Mengawali hariku di sabtu ini! Di pagi yang cerah… Mengatakan pada diri sendiri, “Aku lebih kuat dari yang kubayangkan…” membuatku tersenyum… ^_^ membuatku kuat ^o^ membuatku semangat ^^P karena hanya dariku semua bermula. Dari keinginanku. Ingin kuat, maka berpikirlah kuat. Ingin sehat maka merasa dan berpikir sehat. Insya Allah… semua berjalan sesuai dengan apa yang kita fokuskan!
Kenyataan sangat dipengaruhi pikiran kita… sesuai perasaan kita… So let’s smile… Just Smile. Tersenyum itu seperti kekuatan magic lho… Mau tahu bukti yang kutemui dan rasakan? Tentang senyum orang lain padaku… Seingatku saja ya… Pertama, dulu ketika aku ujian akhir semester dan merasa kesusahan dengan ujian itu. Juga karena masalah entah apa, aku keluar ruangan degan wajah bertekuk berlipat. Aku ke tempat servis motor, motor udah lama nggak diservis. Lalu ada seorang Ibu datang berselang setelah aku. Dia tersenyum padaku lantas duduk dikursi sampingku, seolah tersenyum tanda minta ijin. Aku balas senyum dan rasanya hatiku baru saja dilewati semilir. Lalu ibu itu keluar ruangan, mungkin dingin AC di pagi itu. Beberapa lama kemudian aku juga ikut keluar ruangan dan duduk disamping ibu tadi. Aku tersenyum meminta ijin, ibu itu juga balas senyum. Hatiku kembali diterbangkan semilir, ringan. Motorku selesai diservis dan dicuci. Aku berterima kasih sambil tersenyum pada tukang cuci itu, dia balas senyum. Akhirnya aku pergi dengan hati senang. Hebat nggak tuh senyum… (yang lebih hebat tentu Yang menghadirkan senyum, Allah…). Lain peristiwa, aku sedang stres dengan skripsi. Mau ke kampus dengan grusah-grusuh. Sampai di sebuah gang, ada becak yang melintang dan menghentikan motorku. Menunggu pak becak memutar becaknya. Aku tak marah, aku sabar lho. Dan ketika jalan terbuka, aku lewati becak, bapak itu berkata “Sorry ya Mbak” sambil senyum. Aku juga tersenyum tanda tak apa-apa pada bapak tukang becak. Eh… serasa beban itu menghilang sebagian coba. Ketiga adalah kemarin, ketika di tempat kerja sedang sibuk karena ramai pasien. Ada barang datang pula, aku tentu berusaha gerak cepat menerima serta menulis surat pesanan. Ketika hendak nyerahin faktur ke bapaknya yang juga bertampang serius, eh si faktur jatuh. Bapaknya malah tersenyum lihat tingkahku yang ribet. Tapi, kok ada angin terhembus di hatiku ya? Rupanya aku telah mendapat senyum yang ajaib itu. Mungkin cerita-ceritaku ini tak jelas dan tak berlandaskan dasar yang jelas. Tapi, boleh lho ikut percaya. Semoga memang kebaikan. Karena senyum adalah sedekah. Orang yang mendapat akan senang, apalagi orang yang memberi. Mungkin itu inti dari ceritaku. Keajaiban dibalik senyum. Jadi, kalau mau ringan hati ketika ada masalah, tersenyumlah pada orang lain dan dapatkan senyum tulus mereka. Agar semilir itu menghalau sesak di dada… Atas ijin Allah tentunya… Senyum lagi ah… ^_^ (dan jika kalian tersenyum membaca ceritaku, aku dapat banyak sedekah dari kalian dan makin bahagia dong…:P)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Komentari Tulisanku Sobat...

Entri Populer

Pengikut