Senin, 08 Oktober 2012

Doa Nabi Musa

Aku habis baca-baca tweet dan tersenyum dengan doa ini, Robbisrohli shodri wa yassirli amri (QS. Thoha : 25-26).Artnya : ”Ya tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku. Mudahkanlah untukku urusanku.” Doanya Nabi Musa sewaktu akan menghadapi Firaun. Aku memanjatkan doa ini berulang-ulang kepada Allah, sewaktu akan pendadaran. 

Seingatku, dulu itu aku menemukan doa itu di Al-Quran tepat ketika sehari menjelang pendadaran. Aku merasa, pas banget sih aku membacanya. Petunjuk dari Allah tentunya…  Aku terus membaca dalam hati agar aku tenang dan kuat juga yakin sepenuhnya kepada Allah… Serasa doa ini sungguh mujarab dan indah sekali. Iya kan, artinya itu, sungguh-sungguh memohon kepada Allah untuk dilapangkan dan dimudahkan. Ah… maknyes di hati.


Kemudian aku ingat juga sama temanku seperjuangan yang akan pendadaran juga, sebelum aku. Langsung ku sms kan doa itu beserta artinya. Harus berbagi petunjuk dan ketenangan padanya. Agar dia tak takut sekali pada pendadaran. Memang agak berlebihan sih kami deg-degannya. Wajar kan… ini adalah pertarungan final kami sebagai mahasiswa. Kebanyakan orang juga mengalami degdegan dan khawatir serta takut seperti kami kan… Bahkan temanku yang jago ngomong dan pintar pun deg-degan sangat sehari sebelum pendadaran. Kita yang waktu itu masih bikin proposal bilang pasti bisa, yakin aja, kita aja percaya kamu bisa, karena kamu pintar dan selalu tampil PD, hihi… Sok-sokan nih kita padanya. Dia bilangnya di kelas itu dia juga sebenarnya deg-degan, tapi bisa kuasai jadinya nggak terlihat oleh kami yang lain. Dan katanya lagi, ini beda, pendadaran! Kayaknya dia agak berlebihan juga. Tapi ada yang paling berlebihan. Kata dosenku bahkan ada mahasiswa yang minum obat penenang (diazepam mungkin) sebelum maju sidang. Beneran pada berlebihan ya… Padahal kan ada Allah yang selalu memudahkan urusan dan memberikan ketenangan ke dalam dada manusia. Cukup mengingat Allah, maka hati kita akan tenteram, ingat deh sama surat Ar-Ra’d ayat 28. Suka banget deh sama ayat ini, Ala bidzikrillahii tat ma’innul quluub… Maka tak perlu berlebihan deh… Malahan kata ibuku adalah pendadaran itu cuma formalitas, masa tega nggak lulusin di ujung tanduk seperti itu? Hehehe… sedikit banyak aku percaya omongan itu dan bikin aku yakin lulus.

Tapi waktu kami menjalani langsung menit-menit menjelang pendadaran, deg-degan itu sungguh luar biasa menyergap kami. Aku sampai nggak nafsu makan coba sehari sebelum pendadaran dan paginya. Beneran kayak nelen karet kalau paksain makan (emang pernah coba nelen karet apa, kok tahu? Kikikik). Lebih parahnya, ada something trouble di teknis, LCD yang nggak nyala. Wah… aku panik. Teman-temanku juga bingung nggak tahu. Masih pagi banget dan belum ada teknisi yang datang. Makin panik lagi aku pas dosen penguji udah datang, huwa… aku makin deres doa dalam hati (hujan… kali ya deres, heheh) doa nabi musa, doa nabi yunus, doa-doa ku sendiri, terucap tanpa putus dalam hati. Sedangkan hatiku terus beristighfar dengan lirih. Komat-kamit gitu. Serasa masalah ini memang muncul karena dosa-dosaku…

Akhirnya, seperti janji Allah, bersama kesulitan ada kemudahan… Semua teratasi dan aku bisa pendadaran dengan lancar. Alhamdulillah… Baru mempercayai dengan lebih banyak pernyataan ibuku, pendadaran memang seperti formalitas, hehe… Tapi nggak semuanya gitu ding, dan bukan berarti jadi seenaknya… Aku jadi tahu, o… gini tho rasanya pendadaran? Suasananya nggak semenyeramkan seperti yang kupikirkan. Malah terasa enjoy dan cair aku dengan dosen-dosen penguji… 

Hh… begitulah cerita masa yang telah berlalu. Masa menegangkan yang terselip menggelikan. doa itu sukses terkabulkan... :) Setelahnya aku tetap nggak nafsu makan (lho? Bukannya udah lega) iya lega, legaaaa… banget, saking leganya aku semangat cerita ke kesani sini, ke ibuku, ke bapak, ke kakakku. Semangat dan lega sampai mengenyangkan perutku, ihihi… ^ ^

Ini cerita sidangku, apa cerita sidangmu?

Ohya nambah lagi, doa nabi musa ini juga dibaca temanku yang mau seminar proposal. Di lain waktu juga sama temanku yang mau pendadaran. Emang doa ini sungguh popules dan kesukaan kami-para mahasiswa, J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Komentari Tulisanku Sobat...


Entri Populer

Pengikut