Jumat, 07 September 2012

Kadar Perasaan

Rasa yang seperti bunga liar yang bisa merambat menjalar tak terkendali jika tak pernah diperhatikan. Harus diperhatikan agar tak berlebih, tapi juga jangan berlebih memperhatikannya.

Lagi baca-baca dan tertangkaplah kalimat diatas. Mak deg! kok bisa ya aku nulis kalimat diatas. Lagi sadar sepertinya. Em... aku mau mau ngomongin soal rasa hati nie...?? @_@ Kenapa nih... Hayo... >_< a... malu ah! (loh, kok malah dialog sendiri?)

Ya nggak apa-apa membicarakan tentang sebuah rasa. Rasa spesial yang nggak pake telor, tapi langsung pake hati! Aih... sadap... Hihihi :P Duh, bahasaku kok jadi menjurus alay dan gombal nih! Mendekati ala-ala anak muda ABG (sadar diri udah tua *_*).


Lalu, apa sih bahasan kita? Ya itu, soal rasa yang harusnya kita identifikasi. Benar nggak ini rasa ketertarikan pada lawan jenis. Atau kagum saja karena dia sangat wah... Atau hanya selintas rasa suka dan menit berikutnya terlupakan sudah. Ibaratnya kalau di lab kimia nih, kita mengetahui kandungan zat aktif dalam suatu sampel. Apa nih ya zatnya? Identifikasi dengan... apa coba? Lagi mengingat, em... dengan KLT yaitu pake fase diam silika gel GF dan fase diam tergantung senyawanya (waduh... ini kok malah bahas nggak jelas sih?). Lah, kan namanya juga permisalan atau perbandingan (ketinggian euy!) tak apa, sekalian aku ngetes diriku masih inget nggak sih sama begituan, yang dulu menjadi makanan sehari-hari, hie... :D

Nah, kalau udah diidentifikasi rasa yang ada, ditentukan mana rasa tertarik yang sebenarnya itu. Kan ada banyak bercak di KLT. Tentukan bercak mana yang merupakan zat aktif yang dimaksud. Kalau udah tahu rasa mana atau rasa pada siapa yang merupakan tertarik maka perlu diketahui kadarnya dengan respon hati saat ada si dia. Sama seperti mengetahui kadar zat aktif dengan densitometri. Di scan di alat densitometer dengan cara fluorosensi dan sebagainya. Kalau hati dengan cara berdebar atau tidak ketika melihatnya atau bertatapan mata. Senang banget kah bertemu dia, merindu, terbayang-bayang, dan timbul keinginan padanya. Jika ya pada semua itu, maka kadarnya sudah besar! Mesti waspada! Warning!

Jika kadar perasaan tertarik itu tinggi alias pekat, perlu diencerkan tuh larutan rasa. Supaya tak jadi masalah besar. Kadar yang tinggi bisa membahayakan hati! Jadi encerkan sampai larutan rasa tertarik benar-benar encer dan menjadi lebih bening juga tenang. Dengan apa? Dzikrullah... Ibadah ditingkatkan, sholat dan tadzabur Al-Quran. Mengunjungi majelis ilmu dan sibukan dengan kegiatan yang manfaat seperti menggapai cita-cita  dan hasilkan karya yang indah...

Begitulah Sahabat-Sahabat sekalian, pembahasan tentang rasa tertarik pada lawan jenis yang kudu diperhatikan kadarnya. Ketika pekat encerkan dengan dzikrullah. Namun jangan berlebihan memperhatikan yaitu setiap hari menghitung kadarnya, terlalu sering alat densitometer bisa kewalahan. Kan masih banyak juga kadar yang perlu dihitung pada alat densitometer hati. Misalnya kada keimanan, kadar keikhlasan, syukur dan lainnya... Bosen kan densitometer ngitung kadar yang itu terus...

Ngomongin KLT Densitometrinya memang agak sedikit maksa ya... ngulang-ngulang alat densitometer... karena... memang... diriku... sedang... pusing... soal... tugas... Farmasi Industri... tentang... Operational Qualification... KLT Densitometer... Maaf ya Sahabat... Bikin pusing bacanya... ^ ^



 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Komentari Tulisanku Sobat...

Entri Populer

Pengikut