Sabtu, 11 Agustus 2012

Menikmati Ramadhan yang Tersisa?

Oh Ya Allah... sudah hari ke berapakah hari ini? Sudah hilang berapakah hari di Ramadhan ini? Berlalu... Hari, jam, menit, detik... semua berlalu dalam hidupku... Waktu, melesat jauh ke depan. Tinggalah aku sendiri menghitung langkahku. Sejauh apakah? Bukan, sedekat manakah? Ya, aku baru melangkah beberapa jengkal. Hh...

Bergiat, bergiat, bergiat... aku seharusnya semakin meningkat dalam kesungguhan meraih Ramadhan dengan semaksimal mungkin. Target harus segera dipenuhi... Namun aku, ternyata masih disini, masih sama...

Ah... kenapa aku selalu saja bersantai dan berleha. Merasa sudah cukup dan merasa hanya bisa begini. Tidak... semuanya masih kurang... masih sangat kurang banyak! Aku baru sedikit beribadah, beramal apalagi bersedekah. Aku masih sedikit pula dalam menambah ilmu. Aku malah lebih banyak diamnya... banyak sia-sianya... banyak menunggu...

Bagaimana ini, bagaimana ini, bagaimana ini... Oh Allah, tolong aku... Tampar aku supaya sadar dan segera bangun lalu melangkah lebih cepat. Agar aku bisa berlari mengejar waktu. Ya, aku berpacu dengan waktu. Aku ingin mensejajarinya. Berdamai dengannya. dan tersenyum padanya... Bukan kemarahan padanya yang sebenarnya bukan dia yang salah. Melainkan aku yang mengabaikan waktu. Aku yang menyia-nyiakannya...

Bukankah ada kejutan besar di sepuluh hari terakhir Ramadhan? Bukankah setiap muslim harus berlomba mendapatkan kejutan besar itu? Sebuah kejutan yang bisa didapatkan banyak orang. Bisa dinikmati bersama. Bisa diraih... semua atas kehendakNya. Karena hanya Allah yang tahu kapan kejutan itu tiba saatnya dan Dia lah yang memilih sesiapa yang berhak mendapat kejutan itu. Lailatul Qodr.

Jadi, ayo Niva, Ayo! Semangat, semangat...!! Nggak boleh melempem dan menyerah. Masih ada beberapa hari (saking takutnya Ramadhan akan pergi, sampai nggak mau hitung ini hari ke berapa dan tinggal berapa hari lagi), aku harus tuntaskan target itu! Bukankah selalu ada Allah bersamaku? Allah yang maha memudahkan segala urusan. Aku harus percaya 100 % pada Allah, bahwa Allah akan memudahkan hambaNya untuk meraih ridhaNya. Allah maha pemurah, Allah maha penyantun, apalagi yang masih dikhawatirkan? Hanya percaya yang harus dikuatkan, bahwa Allah akan mengabulkan doaku...

Menikmati Ramadhan yang tersisa? Tentu!  Menikmati dengan seluruh perasaan bahagia penuh semangat yang bercampur keyakinan dan akhirnya bermuara pada kemenangan cinta... ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan Komentari Tulisanku Sobat...

Entri Populer

Pengikut